Sabtu, 21 April 2012

Cintaku tertinggal di Cikajang

Entah perasaan apa yang membuatku ingin rasanya pergi kekotamu semenjak ku kenal dirimu,hari-hariku semua bercampur menjadi satu rasa rindu,cinta,kangen,dan rasa was-was dalam hatiku semenjak ku mengenalmu disebuah halte bis hatiku selalu berdebar-debar walo kita hanya bertemu dan saling menyapa dan tapi hatiku merasa sudah mengenalmu begitu lama senyummu teras indah ku rasakan hatiku terasa bahagia tentram belom pernah ku temui seorang wanita sepertimu wajahnu yang sangat sederhana tapi indah dipandang mata membuatku kusulit melupakan dirimu,hati dan pikiranku selalu terbayang dirimu tiga minggu telah berlalau membuat hatiku semakin belenggu akan kehadiran dirimu ingin rasanya ku menemui dirimu tapi dimana sedangkan ku baru kenal dirimu dan tak tak tahu dimana dirimu berada kuhanya bisa berdoa kepada Allah agar ku bisa bertemu dengannya agar perasanku tak lagi galau karna semua ini hari-hariku yang ku lalui menjadi gelisah dan rindu kepadanya walo hatiku tak pernah berkata cinta demi meningat tentang wanita itu ahkirnya ku tunggu dihalte itu dengan waktu dan jam yang sama,tapi apa daya toh dia tak muncul juga.. dengan rasa beribu rasa hatiku selalu berkata dalam hati agar bisa bertemu dengannya hanya ingin tahu siapa gerangan agaknya agar hatiku merasa lega tak lama kemudian datanglah seorang wanita dan sontak hatiku terkejut kaget dan ku merasa kenal karna wanita itu pernah bersama waktu itu dengan memberanikan diri ku coba bertanya padanya menanyakan tentang wanita yang bersamanya waktu itu dan ahkirnya pun dia memberi tahu bahwa dia tinggal di pakenjeng setelah dua hari akhirnyapun ku coba memberanikan diri dengan tekad bulat ingin kepakenjeng daerah yang sebelomnya pernah ku ketahui dengan naik primajasa ku pun melaju ke kotamu sesampai dikotamu dengan rasa ingin bertemu ahkirnya ku pun sampai juga dirumah wanita itu dan kusampaikan rasa niatku bahwaku ingin mengenal dirimu yang selama ini membuatku gelisah tidurku karna bayanganmu yangselalu hadir, dan wanita itu dengan senyum manisnya berkata kepada ku bahwa hatinya telah tertambat pada kekasihnya walo hatiku hancur tapi inilah kenyataan dan bahwa aku telah membuktikan hatiku bahwa aku telah menemuinya walo pun akan berakhir pahit dengan rasa resah akhirnya pun aku pulang dan didalam perjalanan ku pulang bis mogok di cikajang diantara hamparan kebun teh kupandang pemandang alam yang indah dan disinilah ku ukir sebuah namamu dan kutitipan cintaku pada sehelai daun teh dan cinta ku tertinngal dicikajang