seraut wajah terlintas di alam pikiranku
seraya bermain bersama impian
merajut asmara di titian pelangi persada jiwa
melukis cinta dengan riang gembira
badai salju turun hancurkan pohon asmara
bibit pun hancur menjadi beku
membina rindu di dalam daun yang berterbangan
menangkap dalam bayangan yang kian hilang
ku coba bertahan di sudut simpang penantian
ku pun terlena tanpa arah tujuan
ku pun terdiam dalam
buaian asmara
ku dambakan pelangi
mendung hitam menutupi
hanya harapan yang telah tiada
yang hanya menjadi kenangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar