cerita ini hanyalah fiksi belaka dan hanya hayalan belaka penulis bila terjadi kesamaan hanyalah ketidak kesengajaan penulis
cerita ini dibuat penulis hanya menggambarkan kisah perjuangan seorang wanita yang bernama Dwi Astuti yang memulai datang ke Jakarta tuk berkerja bersama ibunya sebagai Art di jakarta
Dwi yang masih berpendidikan SMP ikut ibunya tuk mencari nafkah dikota jakarta dan Dwi pun bisa meneruskan sekolahnya dijakarta walau sambil bekerja di rumah majikannya yang baik hati
kehidupan di kampung Cilacap seorang ibu yang bernama dengan solehatun atau sering di panggil ma'e ibu dengan 2 anak ingin merantau ke Jakarta mencari nafkah untuk membantu suaminya yang bekerja sebagai petani
solehatun yang meminta izin kesuaminya
suaminya solehatun yang sedang duduk dibalai bangku bambu sambil menikmati secangkir teh anget dan memandangi halaman rumahnya yang ditumbuhi pohon pisang dan singkong dan sedikit cahaya lampu yang redup dan langit dimalam hari yang cerah walau tanpa cahaya rembulan dengan suara alam pedesaan yang membuat suasana tambah syahdu dimalam hari
yang seharian sehabis bekerja diladang sawah miliknya
walau waktu masih jam 8 malam tapi suasana kampung solehatun terasa sepi sunyi hanya suara binatang malam dan hanya sekali kali orang lewat depan rumah solehatun
solehatun yang sudah punya tekad dan keinginan merantau kejakarta mencari nafkah untuk tambah tambah biaya kehidupan,anak anak yang masih sekolah terkadang hati Solehatun sedih karena akan meninggalkan mereka dikampung, tapi karena tekad dan niat untuk membantu kehidupan perekonomian rumah tangganya agar hidup lebih baik
solehatun yang menemani suami di bangku teras depan rumahnya bercerita akan niat dan usahanya untuk bekerja dijakarta
dengan segala pertimbangan akhirnya solehatun dan suaminya sepakat untuk memberi izin solehatun berangkat ke Jakarta
akhirnya solehatun kejakarta seorang diri dan bekerja sebagai Art di perumahan juntak
hari hari dilalu solehatun dengan bekerja sebagai Art dirumah seorang dewan
setelah lama akhirnya solehatun pun betah tinggal diperumahan juntak dijakarta setiap bulan solehatun mengirim uang kesuaminya
semua uang yang didapat hasil kerja dijakarta dikirim buat kebutuhan keluarganya dikampung,
tak terasa dua tahun sudah berlalu majikan Solehatun yang baik pun menanyakan kabar keluarganya dikampung
solehatun yang biasa dipanggil Mae menanyakan kabar keluarganya dikampung soal suami dan anak anaknya dikampung
Mae tanya majikan Mae kepada Mae anak anak " Mae gimana anak Mae dikampung pada sekolahkan iya pak sahut Mae
Tidak ada komentar:
Posting Komentar