Sabtu, 07 Juni 2025

Dwi astuti

 cerita ini hanyalah fiksi belaka dan hanya hayalan belaka penulis bila terjadi kesamaan hanyalah ketidak kesengajaan penulis

cerita ini dibuat penulis hanya menggambarkan kisah perjuangan seorang wanita  yang bernama Dwi Astuti yang memulai datang ke Jakarta tuk berkerja bersama ibunya sebagai Art di jakarta 

Dwi yang masih berpendidikan SMP ikut ibunya tuk mencari nafkah dikota jakarta dan Dwi pun bisa meneruskan sekolahnya dijakarta walau sambil bekerja di rumah majikannya yang baik hati 


kehidupan di kampung Cilacap seorang ibu yang bernama dengan solehatun atau sering di panggil ma'e ibu dengan 2 anak ingin merantau ke Jakarta mencari nafkah untuk membantu suaminya yang bekerja sebagai petani 

solehatun  yang meminta izin kesuaminya 

suaminya solehatun yang sedang duduk dibalai bangku bambu sambil menikmati secangkir teh anget dan memandangi halaman rumahnya yang ditumbuhi pohon pisang dan singkong dan sedikit cahaya lampu yang redup dan langit dimalam hari yang cerah walau tanpa cahaya rembulan dengan suara alam pedesaan yang membuat suasana tambah syahdu dimalam hari 

yang seharian sehabis bekerja diladang sawah miliknya 

walau waktu masih jam 8 malam tapi suasana kampung solehatun terasa sepi sunyi hanya suara binatang malam dan hanya sekali kali orang lewat  depan rumah solehatun 

solehatun yang sudah punya tekad dan keinginan merantau kejakarta mencari nafkah untuk tambah tambah biaya kehidupan,anak anak yang masih sekolah terkadang hati Solehatun sedih karena akan meninggalkan mereka dikampung, tapi karena tekad dan niat untuk membantu kehidupan perekonomian rumah tangganya agar hidup lebih baik

solehatun yang menemani suami di bangku teras depan rumahnya bercerita akan niat dan usahanya untuk bekerja dijakarta

dengan segala pertimbangan akhirnya solehatun dan suaminya sepakat untuk memberi izin solehatun berangkat ke Jakarta

akhirnya solehatun kejakarta seorang diri dan bekerja sebagai Art di perumahan juntak 

hari hari dilalu solehatun dengan bekerja sebagai Art dirumah seorang dewan 

setelah lama akhirnya solehatun pun betah tinggal diperumahan juntak dijakarta  setiap bulan solehatun mengirim uang kesuaminya 

semua uang yang didapat hasil kerja dijakarta dikirim buat kebutuhan keluarganya dikampung,

tak terasa dua tahun sudah berlalu majikan Solehatun yang baik pun menanyakan kabar keluarganya dikampung

solehatun yang biasa dipanggil Mae menanyakan kabar keluarganya dikampung  soal suami dan anak anaknya dikampung

Mae tanya majikan Mae kepada Mae anak anak " Mae gimana  anak Mae dikampung pada sekolahkan iya  pak sahut Mae 







    

Tidak ada komentar: