Sabtu, 07 Juni 2025

sengketa

Ditanah sengketa aku berdiri

pagi siang dan malam aku berjaga

panas mentari dan hujan selalu menerpaku

bersandar dipohon pisang menatap pagar yang penuh kawatberduri ibu

kulempar boomerang angin pun tak bersahaja

jatuh dipuing puing yang penuh cerita 

 secangkir kopi yang ku nikmati 

Menunggu harapan di balik barisan gedung gedung menjulang tinggi 

Memancarkan ke indahan menarik simpati pada pandangan mata yang terlena 

Aku terdiam mencari kata kata 

didalam bungkusan nasi 

kini ku sadari bahwa kekuatan itu ada pada ujung dasi berlambang 

aku juga ingin perdamaian agar jalan tanpa tumpah darah

melihat berita saling tumpang tindih menutup luka para penjaga tanah sengketa








 












Tidak ada komentar: